Korut ancam "kubur" kapal induk AS

SEOUL (WIN): Korea Utara mengancam akan "menguburkan di laut" satu kapal induk Amerika Serikat, sementara negara itu mengecam pelatihan angkatan laut yang melibatkan kapal-kapal perang Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang, Jumat (11/10/13).

Peringatan terbaru itu dikeluarkan pemerintah Pyongyang sehari setelah AS melakukan pelatihan militer dua hari dengan Korsel dan Jepang di lepas pantai selatan semenanjung Korea.

Pelatihan itu melibatkan kapal induk bertenaga nuklir USS George Washington, helikopter-helikopter anti-kapal selam dan pesawat peringatan dini. "Pelatihan perang itu menunjukkan bahwa aliansi militer tiga negara AS-Jepang dan Korsel berkembang menjadi aliansi perang nuklir dan benar-benar operasional," kata Komite Korut bagi Reunifikasi Damai Korea dalam satu pernyataan.

Jika ketiga negara itu melancarkan "satu perang nuklir sementara berbicara tentang `tanda` dan `serangan mendahului` kendatipun mengulangi peringatan-peringatan (Korut), angkatan bersenjata revolusionernya akan segera melancarksn serangan balasan untuk menguburkan agresor-agresor, provokator-provokator ke laut bersama dengan kapal induk mereka," katanya.

Korut berulang-ulang mengancam pelatihan militer gabungan di selatan perbatasan itu dan mengancam akan melakukan serangan-serangan balasan yang tidak pernah diwujudkan. Pada Selasa Korut memperingatkan bahwa AS akan mengalami satu "bencana yang mengerikan" atas pelatihan terbaru itu dan menempatkan pasukannya dalam siaga.

Para pejabat AS dan Korsel menyebut pelatihan itu sebagai pelatihan pencarian dan pertolongan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi bencana-bencana kemanusiaan. Seoul dan Washington pekan lalu menyetujui satu strategi bersama untuk menangani apa yang mereka sebut ancaman yang meningkat dari serangan nuklir Korut setelah Pyongyang memulai kembali operasi reaktor plutonium.

AS dan Korsel telah lama menuntut Pyongyang menunjukkan komitmen untuk menghentikan program nuklirnya sebelum perundingan enam negara mengenai perlucutan senjata nuklir, yang macet sejak Desember 2008, dapat dimulai kembali.

Kendatipun Korut melakukan uji coba nuklir Februari-- yang meningkatkan ketegangan, temperatur dalam bulan-bulan belakangan ini menurun setelah serangkaian langkah konsiliasi oleh Pyongyang terhadap Seoul.

Tetapi kekhawatiran tetap ada pada program nuklir Korut, dengan badan mata-mata Korsel mengemukakan kepada para anggota parlemen, Selasa bahwa Pyongyang telah mulai kembali mengoperasikan reaktor Yongbyon.(win12)

Komentar