Freeport Indonesia naikan gaji pekerja 20%

Freeport-SPSI sepakati perjanjian kerja bersama

TIMIKA (WIN): Manajemen PT Freeport Indonesia dan Pengurus Unit Kerja-Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK SPKEP SPSI) menyepakati pembaruan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke 18 periode 2013-2015.

Informasi yang dihimpun, sejumlah poin penting yang dihasilkan melalui
perundingan PKB antara manajemen PT Freeport dengan pihak serikat
pekerja. Antara lain kenaikan upah 20%, uang pengobatan 100%, hibah
perumahan Rp50 juta, setiap tahun pekerja yang mendapat uang perumahan
sebanyak 250 orang, biaya bantuan pendidikan untuk putra-putri pekerja
meningkat 10%, pekerja menerima uang cuti setahun dan perhitungan
pensiun.

Vice President PT Freeport Bidang Humas Deasy Primayanti di Timika, Kamis (17/10/13), mengatakan Manajemen Freeport bersama PUK SPSI telah menyepakati mayoritas aspek-aspek substansial dalam perundingan pembaharuan PKB kali ini.

Termasuk di dalamnya perihal persentase peningkatan upah pokok para pekerja untuk periode 2013-2015. "Kedua belah pihak juga sepakat untuk meningkatkan aspek pensiun dan beberapa aspek manfaat lainnya," jelas Deasy, Kamis (17/10/13).

Tim perunding kedua belah pihak, katanya, saat ini sedang melanjutkan perundingan untuk melengkapi substansi yang belum terselesaikan serta melakukan pembahasan detail yang keabsahannya merupakan bagian dari finalisasi PKB dan penandatangannya akan dilakukan dalam bulan Oktober ini.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto menyatakan kedua belah pihak sangat termotivasi setelah menemukan kesepahaman mengenai solusi terbaik untuk kesejahteraan para pekerja dan kegiatan operasional perusahaan.

Kesepakatan hal-hal substansi dalam perundingan PKB ini, demikian Rozik, mencerminkan semangat keterbukaan dan kemitraan antara pekerja dan pengusaha. Sedangkan Ketua PUK SPSI PT Freeport Sudiro juga menyambut baik hasil yang dicapai dari perundingan ini karena kesepakatan dicapai dalam negosiasi yang damai tanpa harus melalui mogok kerja.

"Kami pekerja memiliki komitmen selama ini yaitu perusahaan jaya, pekerja sejahtera. Semoga komitmen ini dapat diwujudkan sejak tercapainya kesepakatan dalam PKB ini dan di masa yang akan datang bahwa ketika perusahaan memperoleh keuntungan maka pekerja juga ikut menikmati hasil dari keuntungan tersebut," ujar Sudiro.

Kedua belah pihak juga berkomitmen bahwa seluruh kesepakatan yang dicapai dapat segera dinikmati oleh pekerja terhitung sejak periode pengupahan Oktober 2013.

Perundingan PKB antara manajemen PT Freeport dengan pihak PUK SPSI perusahaan itu digelar sejak Juli. Namun kegiatan perundingan dihentikan beberapa bulan saat terjadi insiden longsornya fasilitas pelatihan tambang bawah tanah Big Gozan PT Freeport yang menewaskan 28 pekerja.

Para pekerja PT Freeport Indonesia selama beberapa bulan terakhir mengenakan pita merah di kepala mereka, sebagai dukungan kepada rekan-rekan mereka yang sedang mengikuti perundingan PKB dengan pihak manajemen perusahaan bertempat di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.(win12)

Komentar