Permentan No. 60/2012 dinilai rugikan importir

Sebanyak 600 kontener berisi bawang putih impor tertahan di TPS akibat penerapan Permentan No. 60/2012, sehingga memicu lonjakan harga di pasaran.

SURABAYA (WIN): Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 60/2012 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dinilai sangat merugikan para importir. Sebab, aturan tersebut memberi syarat perizinan yang berlaku adalah yang dikeluarkan sebelum 1 Januari 2013.

"Padahal, sekarang ada sekitar 600 kontainer impor produk hortikultura, termasuk bawang putih, RIPH-nya keluar setelah 1 Januari 2013. Artinya, secara otomatis barang-barang para importir tidak bisa keluar meskipun perizinannya sudah ada," kata Ketua Gabungan Importir Indonesia (Ginsi) Jawa Timur Bambang Sukadi saat dikonfirmasi Whatindonews.com di Surabaya, Kamis (14/3/13).

Karena itu, Ginsi Jatim tak mau disalahkan terkait ratusan kontener bawang putih impor yang saat ini masih tertahan di Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS). Kondisi itulah yang lantas berdampak pada melonjaknya harga bawang putih di sejumlah daerah di Jatim.

Bambang menegaskan, importir justru yang dirugikan karena barang tidak bisa keluar meskipun seluruh perizinan sudah lengkap. Organisasi yang dipimpinnya sudah berusaha dan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, TPS dan Bea Cukai agar barang impor hortikultura bisa cepat keluar dan mengisi pasar.(win8)

Komentar