Ekonom Bank Dunia prediksi inflasi Indonesia 2013 capai 5,5%

Lebih tinggi dari perkiraaan BPS 4,9%

JAKARTA (WIN): Ekonom Utama Bank Dunia Jim Brumby memprediksi laju inflasi Indonesia pada akhir 2013 berada pada kisaran 5,5% atau lebih tinggi dari perkiraan pemerintah yang tercantum dalam APBN 2013 sebesar 4,9%.

"Inflasi pada tahun ini disebabkan adanya tekanan, dampak dari berbagai kebijakan pemerintah," kata Jim kepada pers, Senin, (19/3/13).

Lebih jauh Jim menyatakan tekanan yang dapat meningkatkan laju inflasi tersebut berasal dari kebijakan upah minimun provinsi, pembatasan impor hortikultura dan kenaikan tarif tenaga listrik secara bertahap.

"Dampak dari kebijakan tersebut terlihat dari tingginya laju inflasi pada dua bulan pertama dan secara keseluruhan nantinya pada semester pertama 2013," ujarnya.

Jim menjelaskan perkiraan ini juga berada pada batas atas laju inflasi dari Bank Indonesia sebesar 4,5% plus minus 1%, karena tingginya konsumsi domestik serta adanya pertumbuhan kredit.

"Tekanan di pasar properti menyebabkan adanya kenaikan harga yang kuat, sedangkan laju pertumbuhan kredit juga memerlukan pemantauan lebih lanjut," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan target laju inflasi pada akhir tahun 2013 sebesar 4,9% masih dapat tercapai, walaupun inflasi pada awal tahun tergolong tinggi.

"Pemerintah masih punya waktu, karena bulan-bulan berikutnya bisa deflasi," ujarnya.

Suryamin menegaskan pada tahun ini masih mungkin terjadi pada deflasi pada Maret-April dan September-Oktober, sehingga kemungkinan laju inflasi pada akhir tahun 2013 tidak meningkat tajam.

BPS mencatat laju inflasi pada Februari 2013 yang mencapai 0,75 %, merupakan angka tertinggi dibandingkan bulan yang sama dalam sepuluh tahun terakhir.

Sebelumnya, laju inflasi Januari tercatat 1,03%, sehingga laju pada kalender 2013 mencapai 1,79% dan secara year on year (yoy) 5,31%. (win7)

Komentar