Ketua DPRD Trenggalek dipecat

Sanimin Akbar Abbas dipecat sebagai Ketua DPRD Kab. Trenggalek.

TRENGGALEK (WIN): Ketua nonaktif DPRD Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur Sanimin Akbar Abbas akhirnya benar-benar kehilangan jabatannya. Senin (2/12/13), Abbas dipecat dari jabatannya dan kini menjadi anggota dewan biasa setelah ditetapkan sebagai terpidana korupsi uang saku perjalanan dinas 2010-2012 DPRD yang dipimpinnya.

Bersamaan seremoni pemberhentian yang dibacakan resmi pada forum sidang paripurna itu, jabatan Ketua DPRD Trenggalek secara definitif digantikan Hari Langgeng Wiyono yang sebelumnya sudah ditunjuk sebagai pelaksana tugas. Pemecatan Abbas tersebut sesuai surat keputusan (SK) Gubernur Jatim Soekarwo.

Sekretaris DPRD Kab. Trenggalek Abu Mansur menjelaskan, pemberhentian Sanimin Akbar Abbas merupakan usulan dari DPC PDI Perjuangan Trenggalek, partai pengusungnya. Usulan itu ditindaklanjuti sekretariat dewan serta bupati Trenggalek dengan diajukan penetapan ke Gubernur Jatim.

Menurut dia, meski diberhentikan dari jabatan ketua dewan, tetapi mantan Ketua DPC PDIP Kab. Trenggalek tersebut masih menerima gaji sebagai anggota DPRD. “Keanggotannya sebagai anggota dewan tidak ikut diberhentikan, hanya saja dia nonaktif, karena status hukumnya belum memiliki kekuatan hukum tetap.”

Salah satu pengurus DPC PDIP Kab. Trenggalek Hamzah Abdillah mengatakan, partainya masih melakukan kajian terkait posisi Akbar Abbas sebagai anggota parlemen.

“Kami belum memutuskan apakah yang bersangkutan akan diberhentikan penuh dari keanggotaan dewan atau tidak. Yang jelas, kasus Abbas ini menjadi salah satu atensi partai kami,” katanya.

Sanimin Akbar Akbar Abbas divonis dua tahun penjara Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya setelah terbukti melakukan korupsi pemotongan uang saku perjalanan dinas 44 anggota DPRD yang Kab. Trenggalek.

Selain pemberhentian ketua dewan, rapat paripurna DPRD Kab. Trenggalek juga melakukan pelantikan Haryo Heru Sulaksono sebagai anggota dewan. Haryo menggantikan Supramono yang menyeberang dari Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) dan kini menjadi calon legislatif Partai Hanura.(win10)

Komentar