3 Bencana Alam terbesar 2013

(WIN): Bencana alam merupakan kejadian yang terjadi di alam semesta dan disebabkan oleh alam itu sendiri. Gempa bumi, tsunami, puting beliung, topan dan banjir dan longsor adalah contoh dari bencana alam yang kita ketahui. Sudah tak terhitung berapa banyak bencana alam di dunia yang telah terjadi. Berikut ini adalah 5 bencana alam terbesar di dunia selama kurun waktu 2013 setelah dirilis oleh whatindonews.com:

Topan Haiyan

Data yang dirilis Badan Bencana Filipina menyebutkan bahwa jumlah korban yang tewas akibat Topan Haiyan dinegara itu telah melampaui 5.000 jiwa. Laporan BBC London yang dikutip pada Sabtu (23/11/13) menyebutkan bahwa Badan Bencana Alam Nasional Filipina mengatakan dua pekan setelah topan menghantam, tercatat 5.209 orang tewas namun sejumlah lainnya masih hilang.

Lebih jauh diberitakan dengan jumlah korban itu, Haiyan menjadi bencana yang paling buruk yang pernah melanda Filipina. Selanjutnya Topan Haiyan -yang merupakan topan yang terkuat yang pernah tercatat di dunia- telah menghantam kawasan Filipina tengah pada Jumat (8/11/13) lalu dengan kecepatan sekitar 270km/jam.

Efek dan dampaknya terasa pada beberapa wilayah di permukaan yang rendah di Provinsi Leyte sampai rata dengan tanah dihantam Haiyan. Bencana besar sebelumnya, banjir di kawasan Ormoc pada 1991 tercatat telah menewaskan 5.101 orang.

Sementara itu para pengungsi yang disebabkan Topan Haiyan mencapai lebih dari empat juta orang. Disisi lain, Pemerintah Filipina sempat dikritik karena dinilai lamban Klik dalam menyebarkan bantuan, yang mengalir dari dunia Klik internasional, kepada para korban yang membutuhkannya.

Setelah menghempaskan beberapa kota di Filipina, kini topan Haiyan juga menghantam pantai selatan China dan merusak ratusan rumah, Senin (11/11/13) sedikitnya enam orang tewas dalam kejadian tersebut. Tiga pejalan kaki ditimpa dinding atau papan iklan yang ambruk di provinsi Hainan, kata surat kabar lokal. Satu orang tenggelam di kawasan Guangxi Zhuang, menurut kantor berita Xinhua.

Dua pelaut ditemukan tewas setelah kapal kargo mereka terombang-ambing di tengah badai, tambah Xinhua, mengutip otoritas penyelamatan maritim di Hainan, dan tim penyelamat masih mencari lima kru lainnya yang hilang di laut.

Hampir 600 rumah rusak dan 51 ambruk akibat hujan dan angin kencang yang dibawa topan tersebut, ujar kementerian urusan sipil dalam sebuah pernyataan, dan 39.000 orang telah dievakuasi di Hainan.

Haiyan melemah secara signifikan sejak menghantam Filipina pada akhir pekan, menewaskan lebih dari 10.000 orang saat meratakan kota dan desa. Topan tersebut membawa angin dengan kecepatan 118 kilometer per jam ketika menghantam Guangxi setelah mendarat di Vietnam, menurut Xinhua.

Beijing, yang terlibat dalam sengketa teritorial dengan Manila atas kepulauan di Laut China Selatan, mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan uang tunai senilai 100.000 dolar Amerika (sekitar Rp1,14 miliar) dalam “bantuan darurat kemanusiaan” untuk Filipina.

“Kami akan terus mengawasi perkembangan bencana dan berkoordinasi dengan organisasi internasional untuk melihat apa yang bisa kami lakukan,” ujar juru bicara kementerian luar negeri Qin Gang.

Erupsi Sinabung 

Awan abu vulkanik menutupi langit ketika Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, meletus lagi pada Selasa, 17 September 2013 pukul 12.03. Gunung meletus pada Minggu dan mengharuskan ribuan warga yang tinggal di kaki gunung segera mengungsi. Status gunung masih Siaga III.

Erupsi Sinabung bisa dikatakan salah satu bencana vulkanologi yang parah tahun ini. Salah satu letusan dahsyat Sinabung terjadi pada 25 November 2013. Dalam waktu 2 jam saja, Sinabung bererupsi tiga kali dengan ketinggian embusan asap mencapai 2 kilometer.

Sedangkan percikan api dari kawah gunung tersebut nyaris tidak terlihat lagi. Ia menjelaskan, debu vulkanik tersebut dominan mengarah ke sebagian besar desa yang berlokasi di Kecamatan Namanteran.

Debu vulkanik juga mulai menyelimuti rumah dan kawasan perlandangan sayur mayur warga di kaki Gunung Sinabung. Kondisi tersebut mengharuskan sejumlah warga desa di sekitar perbukitan Gunung Sinabung sejak dinihari mengungsi ke lokasi yang dianggap aman dari semburan debu yang dimuntahkan gunung berapi aktif tersebut.

Keterangan dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, menyebutkan sebagian besar warga dari empat desa di sekitar Gunung Sinabung telah dievakuasi. Empat desa itu, masing-masing Desa Sinabung, Kutarayat, Kutagunggung, Simacem dan Bekerah. Mereka diungsikan sementara ke sejumlah jambur atau balai pertemuan adat dan pendopo rumah dinas Bupati Karo di Kabanjahe.

Petugas BPBD setempat dibantu personel TNI dan Polri terus membantu proses evakuasi warga di sekitar lokasi gunung yang meletus sekitar pukul 02.51 WIB itu. Sementara itu, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status gunung menjadi Siaga (Level III). Dengan status level III tersebut, dinyatakan tidak boleh ada aktivitas di radius tiga kilometer dari kawah Gunung Sinabung.

Pengungsi erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, hingga Sabtu (14/12) terus bertambah hingga mencapai 17.939 jiwa atau 5.545 kepala keluarga. Ketua Media Center Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung Posko Kabanjahe, Jhonson Taringan ketika dihubungi dari Medan, Minggu (15/12/13) mengatakan, seluruh pengungsi tersebut ditempatkan di 31 lokasi penampungan Kabanjahe.

Menurut dia, ke-31 tempat penginapan bagi pengungsi tersebut, dan beberapa diantaranya, yakni Los Tiga Binanga, GBKP Payung, dan Masjid Agung Kabanjahe. Kemudian, Asrama Kodim Kabanjahe, Jambur Natolu, Islamic Center, Los Tanjung Mbelang, dan Los Tanjung Pulo.

Para pengungsi tersebut berasal dari 23 desa dan dua dusun di Kabupaten Karo, seperti Desa Sukameriah, Desa Guru Kinayan, Desa Selandi Lama, Desa Kutarakyat dan Desa Sigaranggarang di Kecamatan Payung.

Banjir Jakarta 

Musibah banjir yang melanda Ibukota Jakarta ternyata tidak pandang bulu, karena kedahsyatan banjir kali ini ternyata telah merambah Istana Keperesidenan RI serta Kantor Balai Kota Pemprov DKI Jakarta yang hampir tidak pernah terjamah banjir.

Keganasan banjir Jakarta sendiri telah secara merata menggenangi ibukota termasuk berhasil melumpuhkan sejumlah sarana dan prasarana publik termasuk moda transportasi umum.

Menurut cacatan whatindones, banjir menerjang istana ternyata tidak hanya terjadi kali ini, pada 2007 saat DKI Jakarta masih dijabat Gubernur Sutiyoso, kantor kepresidenan itu juga tidak luput dari luapan banjir.

Kantor Pemprov DKI Jakarta yang menjadi tempat aktivitas Gubernur DKI Jakarta Jokowi telah tergenang banjir, kondisi serupa juga terjadi pada Istana Negara yang menjadi tempat Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono berkantor di Jalan Medan Merdeka Utara pun tak luput dari sergapan air bah.

Banjir yang melanda Jakarta dalam beberapa hari terakhir tak hanya menimbulkan kerugian material cukup besar. Akan tetapi tragedi yang terjadi di Ibu Kota tersebut, banjir Jakarta menimbulkan korban jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sampai Sabtu (19/1) sore kemarin ada 15 korban meninggal dunia. Adapun dua korban meninggal diantaranya adalah yang ditemukan di Plaza UOB.

Namun segala upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI sudah berjalan lancar, namun banjir tetap tinggi, tak ada kata lain bagi Pemprov untuk membuka pintu air Manggarai. Tentu saja hal ini harus dikoordinasikan lebih lanjut dengan Gubernur,  Menteri Pekerjaan Umum dan seijin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dan kalau hal itu terjadi berbagai fasilitas di Jakarta akan terendam banjir, termasuk juga Istana Kepresidenan bakal tergenang banjir juga seperti tahun kemarin. Untuk itu Wakil Gubernur Ahok buru-buru akan meminta maaf kepada Presiden SBY kalau samapai Istana nanti terendam banjir.(win12)

Komentar