Inflasi provinsi Riau tertinggi selama 5 tahun terakhir

PEKANBARU (WIN): Bank Indonesia menyatakan inflasi di Provinsi Riau selama 2013 merupakan yang tertinggi selama lima tahun terakhir dan melebihi target yang ditetapkan semula.

"Inflasi Riau berada di atas inflasi nasional. Inflasi yang terjadi merupakan inflasi tertinggi selama lima tahun terakhir, dan berada di atas target yang ditetapkan, yakni sebesar 4,5% plus minus 1 persen," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Riau, Mahdi Muhammad, di Pekanbaru, Minggu (5/1/14).

Tingkat inflasi merupakan penyumbang terhadap melemahnya kondisi perekonomian Riau pada 2013 dari sisi harga. Tingkat inflasi di Riau merupakan gabungan dua kota, yakni Kota Pekanbaru dan Dumai.

BI sejak November lalu sudah menyebutkan gabungan inflasi dua kota itu yang mencapai 8,42% berada di atas inflasi nasional yang pada saat sama sebesar 7,79%. Secara spasial, Kota Pekanbaru tercatat mengalami inflasi yang relatif lebih tinggi sebesar 8,43% (ytd) dibandingkan dengan Kota Dumai sebesar 8,39%.

Badan Pusat Statistik (BPS) akhirnya menyatakan tingkat inflasi selama 2013 di Kota Pekanbaru mencapai 8,83% dan melebihi inflasi secara nasional yang mencapai 8,38%.

Ia menambahkan, kondisi perekonomian Riau pada 2013 kurang begitu menggembirakan. Proyeksi angka pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2013 diperkirakan berkisar 2,0-2,5% dan 5,6-6,0% tanpa minyak dan gas. "Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2013 merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir," katanya.

Dari sisi penggunaan, melambatnya perekonomian diperkirakan tak lepas dari memburuknya kinerja neraca perdagangan nonmigas nasional. Kondisi ini tercermin dari menurunnya nilai ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sebagai komoditas unggulan Riau.

Dari sisi sektoral, ia mengatakan perlambatan utamanya bersumber dari pertumbuhan sektor "non-tradebles" sejalan dengan meredanya faktor Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tahun 2012 lalu telah mendorong pertumbuhan sektor itu di luar kondisi normalnya.(win12)

Komentar