4 Korban pesawat jatuh di Tual sudah dievakuasi

Pesawat Piper Navajo PA-31 yang dioperasikan Intan Angkasa jatuh di Tual. (Foto: intanair.com)

JAKARTA (WIN): Kepala Pusat Data dan Informasi Kementrian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan mengatakan, empat korban meninggal pada kecelakaan pesawat yang jatuh di Tual, Maluku Tenggara, telah dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan petugas Bandar Udara Dumatubun Langgur Kabupaten Maluku Tenggara dan TNI Angkatan Udara.

“Semua penumpang yang ikut dalam pesawat nahas tersebut telah meninggal dunia. Peristiwa kecelakaan pesawat akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan yang dilakukan lembaga Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” kata Bambang Ervan di Jakarta, Minggu (19/1/14).

Sebuah pesawat Navagu PA-31 bernomor lambung PK-IWT yang berangkat dari Bandara Sentani, Jayapura, Provinsi Papua, sekitar pukul 08.00 WIT, Minggu, dan jatuh di Kota Tual, Provinsi Maluku, sekitar pukul 12.10 WIT.

“Tujuan pesawat tersebut belum jelas, tetapi krunya menginformasikan pesawat itu akan bertolak menuju ke Tual,” kata Plt. Kepala Bandara Sentani Benyamin N. Apituley kepada Antara di Sentani, Minggu (19/1/14).

Namun, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Maluku Tenggara dan Kota Tual Letkol (Pnb) Ketut Adhiasa di Ambon, Minggu, mengatakan, pesawat sipil itu diketahui berangkat dari Bandara Sentani, tujuan Baubau, Provinsi Sultra dan berniat transit di Kota Tual.

Tim SAR telah berhasil mengevakuasi seluruh jasad korban dari lokasi reruntuhan pesawat dan memasukannya ke kantung-kantung mayat untuk dibawa ke RSUD Karel Satsuitubun Langgur.

Data di KNKT menunjukkan, dari 41 investigasi kecelakaan yang dilakukan lembaga itu di berbagai daerah di Indonesia sepanjang 2013, masih didominasi kecelakaan yang dialami moda penerbangan atau angkutan udara. Terdiri atas dua investigasi moda kereta api, lima investigasi moda kapal pelayaran, tujuh investigasi moda lalu lintas angkutan jalan raya, dan 27 investigasi moda penerbangan atau 65,85%.

Dominasi moda angkutan udara dalam investigasi kecelakaan yang dilaksanakan KNKT tidak hanya terjadi pada 2013, melainkan juga sejak beberapa tahun sebelumnya. Sejak 2007, KNKT telah melakukan 46 investigasi moda kereta api, 36 investigasi moda kapal pelayaran, 48 investigasi moda lalu lintas angkutan jalan raya dan 169 kali moda penerbangan.(win10)

Komentar