Kualitas udara di Pekanbaru mulai membaik

PEKANBARU (WIN): Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis, Riau, menyatakan kualitas udara di daerah tersebut masih cukup baik meski peristiwa kebakaran lahan marak terjadi, bahkan hampir melanda seluruh kecamatan.

"Indikatornya kemungkinan karena memang angin yang bergerak cukup kencang ke selatan sehingga menyapu kabut asap yang dihasilkan," kata Kepala BLH Bengkalis, Arman melalui sambungan telepon di Pekanbaru, Selasa (18/2/14).

Menurut dia, kebakaran di Bengkalis terjadi di hampir seluruh wilayah kecamatan di sana, hal itu sesuai dengan hasil pendeteksian Satelit NOAA yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, asap yang dihasilkan atas peristiwa tersebut, demikian Arman, malah bergerak dan mencemari udara di daerah lainnya seperti Pekanbaru dan Kota Dumai. "Mungkin karena udara mengarah ke sana sehingga di Bengkalis, kualitas udaranya masih tetap normal. Pencemarannya tidak separah di beberapa daerah itu," katanya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini kebakaran lahan masih terjadi dan dominan di lahan perkebunan milik warga. Namun demikian, ada tujuh titik kebakaran yang terdeteksi berada di area milik perusahaan pengelola hutan tanaman industri (HTI), khususnya di Kecamatan Bukutbatu, Mandau dan Kecamatan Pinggir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan Satelit Terra dan Aqua mendeteksi kemunculan titik panas (hotspot) di daratan Sumatera pada Senin (17/2) pagi mencapai 528 titik tersebar di sejumlah provinsi.

"Terbanyak tetap berada di daratan Provinsi Riau yakni mencapai 386 titik," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi.

Namun jelang sore, satelit yang sama mendeteksi penurunan jumlah titik panas yang cukup signifikan di Riau yakni menjadi 82 "hotspot". Ketika itu Terra dan Aqua mendeteksi di Kabupaten Bengkalis terdapat 29 titik tersebar di sejumlah wilayah kecamatan.(win12)

Komentar