Bendung Randangan senilai Rp150 miliar mulai konstruksi

Untuk mengaliri sawah seluas 8.900 hektare di Provinsi Gorontalo

GORONTALO (WIN): Proses pembangunan Bendung Randangan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo senilai Rp150 miliar guna mengairi areal persawahan seluas 8.900 hektare saat ini akan memasuki tahap kontruksi fisik.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo, Ruhban Ruzziyatno  memastikan proses kontruksi proyek Bendung Randangan itu akan dimulai tahun ini (2013).

“Sebagai langkah awal saat ini BWS Sulawesi II Gorontalo  telah melakukan pelelangan senilai Rp 25 milliar yang merupakan bagian tahapan proyek bendungan tersebut. Ini dimaksudkan agar pembangunan bendung secara bertahap sudah dapat dilaksanakan,” kata Ruhban Ruzziyatno seperti dikutip dari Siaran Pers Pusat Komunikasi Publik Kemen PU pada Minggu (5-5-13).

Secara keseluruhan Bendung Randangan ini secara teknis bisa mengairi sekitar 8.900 hektar, meliputi jaringan irigasi kanan seluas 4.900 hektar dan jaringan irigasi kiri seluas 4.000 hektar.

“Kesiapan lahan khususnya pencetakan sawah dan tenaga menjadi tanggung jawab Pemkab Pohuwato dan Kementrian Pertanian.”

Untuk memastikan proyek selesai tepat waktu, kata Ruhban, pihak balai berupaya agar pengalokasian anggaran pembangunan bendung Randangan berukut jaringannya dapat dilakukan secara multiyears atau tahun jamak.

”Saat ini anggaran yang dialokasikan baru satu tahun, karenanya kita akan terus berjuang agar bisa mendapatkan alokasi anggaran multiyears,” ungkap Ruhban.

Secara khusus dia berharap agar pemkab Pohuwato menepati janjinya, yaitu  mempersiapkan lahan berikut petani penggarapnya, agar selesai pembangunannya nanti segera dapat dimanfaatkan sesuai rencana.

Sementara itu, terkait dengan kesiapan lahan dan petani penggarap, Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga, bertekad dan menjamin ketersediaan dan kesiapan areal, berikut tenaga penggarapnya.

”Kami dari pemerintah daerah menggaransikan itu [pembebasan lahan, tenaga dsb,] menjadi tanggung jawab penuh pemerintah daerah,” tegas Syarif pada kesempatan sama.

Syarif menjelaskan pembangunan irigasi Randangan merupakan hal yang sudah lama diidam-idamkan oleh masyarakat Pohuwato.

“Alasannya, selain dapat ber swasembada pangan khususnya beras, bendung tersebut juga berfungsi sebagai penampung debit air, sehingga dapat meminimalisir  terjadinya luapan air atau banjir yang kerap terjadi di wilayah kecamatan Randangan atau Taluditi, Patilanggio,” ujarnya.

Untuk anggaran 2013, Balai Sungai Wilayah Sulawesi II  Gorontalo,  mendapat alokasi anggaran sekitar R 343,58 milliar. Alokasi anggaran tersebut  meliputi  untuk kegiatan Satker Balai Sungai senilai Rp 42 milliar yang terdiri atas 21 paket kegiatan,  Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) senilai Rp 106 milliar untuk 20 paket kegiatan, serta Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air (PJSDA) senilai Rp 194 milliar untuk 19 paket kegiatan.

”Keselururuhan kegiatan di Balai Sungai dilakukan secara e-procuremement atau pelelangan elektronik,” tandas Ruhban Ruzziyatno. (win7)

Komentar