5 Atlet angkat besi di Porprov Jatim IV/2013 dianggap ilegal

Penampilan salah satu Atlet angkat besi di Porprov Madiun. (whatindonews.com/Syaiful Arif)

MADIUN (WIN): 5 Atlet angkat besi yang berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IV/2013 Madiun dianggap ilegal. Masing-masing adalah Rio Erlangga Putra (Kelas 56 Kg) dan Azizah Rizky (51.3 Kg) yang membela kontingen Kabupaten Malang. Kemudian tiga atlet lainnya dari kontingen Kota Malang, yakni, Sunarto Panca (Kelas 62 Kg), Zikri Ilman Yanfa (Kelas 50 Kg) dan Ari Pratama (Kelas 56 Kg).

Ketua Umum Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jombang, Tito Kadarisma mengungkapkan, Rio dan Azizah adalah atlet Karanganyar, Jawa Tengah. Sedangkan Zikri dan Ari berasal dari Lampung, serta Sunarto dari Solo. Keikutsertaan lima atlet dari daerah lain ini membuat sejumlah kontingen kecewa.

"Porprov ajangnya atlet Jawa Timur, tidak untuk daerah lain. Tapi kedua daerah (Kabupaten Malang dan Kota Malang) sudah menciderai," kata Tito kepada, Minggu (23/6/13) siang.

Kuat dugaan, surat mutasi Rio dan Azizah dari Jateng ke Jatim dipalsukan. Adapun surat tersebut bernomor 011/Pd PABBSI Jt/XXI/2013 yang ditandatangani Ketua PABBSI Jateng, Agus Winarto. Surat itu dibantah oleh PD PABBSI Jateng lewat surat Nomor: 015/Pengprov PABBSI Jateng/V/2013, yang menyatakan surat kepindahan Rio dan Azizah adalah palsu. "Jelas ini ada unsur pidananya. Karena ada pemalsuan tanda tangan," tandas Tito.

Dugaan ini dikuatkan dengan pernyataan pelatih Lawu Barbell Club, Yuli Akati. Ia membenarkan bahwa Rio dan Azizah adalah anak asuhnya. Bahkan keduany pernah diturunkan pada ajang Kejurnas 2011 di Yogyakarta. "Padahal saya yang bina mereka dari kecil, dari usia enam tahun. Tapi mereka akhirnya pindah ke Malang tanpa seizin saya," paparnya.

Sebenarnya kontingen daerah lain sudah memperkarakan masalah ini ke Panitia Besar (PB) Porprov. Namun para atlet yang dianggap ilegal tetap diperbolehkan turun setelah mendapat surat dari Dewan Hakim nomor Nomor: 05/DH-PORPROV IV/2013 dan Nomor: 07/DH-PORPROV IV/2013, tertanggal 20 Juni 2013.

"PB Porprov jangan menutup mata. Yang tahu atlet adalah Pengprov. Gampangnya, kalau Anda tanya alamat rumahnya di Malang, anak ini pasti tidak tahu," kritik Manajer Bojonegoro, Zubaidi.(win6/win7)

Komentar