RAPBN 2014, subsidi listrik capai Rp91,10 triliun

JAKARTA (WIN) : Komisi VII DPR RI menyetujui asumsi dasar RAPBN tahun 2014 yang diusulkan Pemerintah untuk subsidi listik berkisar antara Rp.81,97 - 91,10 triliun, dengan parameter yang dipergunakan pada perhitungan yakni pertumbuhan penjualan sebesar 9% menjadi 204,59 twh, susut jaringan sebesar 8,5%, dan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik sebesar Rp1.174 – Rp1.220/kwh.

Rapat yang dipimpin Sutan Bhatoegana dari Fraksi PD dan dihadiri 30 anggota DPR RI itu secara umum menyetujui usulan pemerintah terkait subsidi listrik, maupun subsidi BBM dan besaran lifting migas, meski ada beberapa catatan dari sejumlah fraksi. RDP yang dihadiri menteri ESDM Jero Wacik ini juga menyetujui margin usaha sector listrik 2014 sebesar 7%,  dan revenue requirement (bpp+margin) sebesar Rp.257 -  Rp267 triliun.

Komisi VII DPR RI juga menyetujui asumsi dasar RAPBN tahun 2014 untuk lifting minyak antara 860.000 – 900.000 barel/hari (bopd) dengan ICP yang di usulkan antara US$100 - 115 US$/barel. Ini sangat jauh dari keputusan lifting migas terkait Inpres Nomor 2 Tahun 2012 yang ditetapkan 1,01 juta barel per hari pada 2014.

Siaran resmi Kementerian ESDM menyebutkan, rancangan itu selanjutnya akan dibawa ke Badan Anggaran DPR yang akan dibahas bersama antara Panitia Anggaran DPR-RI dengan pemerintah C.q Menteri Keuangan, Meneg PPN/ Kepala Bappenas dan Gubernur Bank Indonesia. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan RUU APBN beserta Nota Keuangannya yang akan dibacakan Presiden RI di depan sidang paripurna DPR RI pada 16 Agustus 2013. (win5)

Komentar