TKW sindikat narkoba Cina dituntut 13 tahun penjara

SURABAYA (WIN): Terdakwa Wagini alias Qiu Qiu (40), warga Gunung Jati Dampit Malang, dituntut 13 tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bambang Sunardi dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya di ruang sidang Kartika 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (15/7/13) menyatakan terdakwa terbukti menyimpan dan mengedarkan psikotrapika jenis Ineks.

Wagini adalah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Makao Cina. Menurut JPU, Wagini dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat 2  dan 112 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2009 tentang Psikotrapika.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa Wagini meminta waktu untuk mengajukan pembelaan yang sedianya akan dibacakan pekan depan. "Mohon diberi waktu untuk mengajukan pembelaan pak hamim," kata Wagini.

Terdakwa diajukan ke persidangan, karena ditangkap oleh Petugas Ditreskoba Polda Jatim di Penginapan atau Losmen Bangkit Hidayah Jalan Sedati Gede Gabung No 26 Juanda Sidoarjo. Barang haram jenis pil setan itu diperoleh terdakwa dari rekan Hera dan Tini (keduanya adalah rekan kerjanya, red) di Macau China.

Awalnya terdakwa menyampaikan kepada Isma (staf agency checkfhong di Macau) jika terdakwa butuh uang. Isma memberitahukan ke terdakwa jika Tini dan Hera (DPO) keduanya yang tinggal di China bisa membantu terdakwa dengan memberikan uang sebesar Rp10 juta. Atas petunjuk Isma, terdakwa diberi uang sebesar 700 Yinhang, akhirnya pergi ke Cina pada Jum'at 19 April 2013 untuk menemui Tini dan Hera.

Setibanya di luar imigrasi Cina, terdakwa menuju ke kota Zhenzen lalu dijemput oleh Tini naik taksi menuju rumah Hera dan bermalam selama 2 hari. Pada Minggu 21 April 2013, usai sarapan pagi, terdakwa disuruh menelan 30 butir kapsul putih besar dengan air putih dan enam butir sisanya dimasukkan ke dalam dubur.

Sedangkan sebungkus yang dibungkus dengan alumunium voil warna bening dan dibungkus lagi dengan kondom untuk dimasukan ke vagina terdakwa. Atas petunjuk Hera dan Tini, terdakwa berangkat ke Indonesia dengan pesawat Garuda Indonesia no flight GA 0899 transit Jakarta dan

penerbangan Jakarta-Surabaya no flight GA 0330. Dan selama penerbangan ke Indonesia, terdakwa untuk menyerahkan barang yang disimpan dalam tubuhnya.

Setibanya dibandara sekitar pukul 24.00, terdakwa menuju penginapan Bangkit Hidayah. Dan atas petunjuk Hera, barang-barang itu diletakkan di kamar mandi dengan cara minum air sebanyak banyaknya, dan 1 bungkus yang disimpan di dalam kondom dibuang terdakwa ke tempat sampah.

Lantas Hera menghubungi terdakwa dan meminta tolong agar barang haram itu diberikan ke Rudi dan Toni selaku bandar yang juga jaringan Hera dan Tini. Pada Senin 22 april 2013 sekitar jam 20.00, terdakwa berhasil menghubungi Rudi dan memberikan barang titipannya itu. Bahkan terdakwa  diberikan imbalan Rp1 juta oleh Rudi. (win11/12)

Komentar